Bahaya Sosial Media Terhadap Remaja

Kini sosial media telah menjadi wadah bagi para remaja untuk meluapkan seluruh perasaannya ke sana. Mereka dapat dengan mudah berbagi beragam konten menarik seperti teks, foto dan juga video. Tetapi diluar itu, mereka bisa mendapatkan sebuah informasi yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Sosial media juga menyajikan berita terbaru dan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dengan sosial media, kita dapat terhubung satu sama lain.

Namun kini banyak remaja memanfaatkan sosial media dengan cara yang salah. Mereka begitu aktif di sosial media sampai-sampai lupa dengan kewajiban mereka sebagai seorang pelajar. Ini adalah hal yang sangat ironis. Anda bisa saja melakukan semua hal dengan mudah dengan sosial media namun juga seringkali sosial media menjadi masalah yang pelik yang susah untuk diselesaikan. Ini sering kali terjadi pada remaja yang mengalami kecanduan.

Bagaimana mekanisme kecanduan sosial media yang dialami oleh remaja?

 

Seorang remaja biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu inilah yang menjadi candu bagi remaja. Dalam mekanisme kecanduan, ada yang disebut dengan; pemicu, hasrat, kebiasaan dan kenikmatan. 

Saat seorang remaja sedang galau, sedih, gundah gulana, kesepian, bosan, maka kemungkinan besar ia akan berusaha untuk menghilangkannya karena otaknya menganggap ia sedang mengalami kesengsaraan. Karena itu, maka otak akan mencari sesuatu yang dapat menghilangkan emosi negatif itu dengan cara membuka sosial media, dan melihat hal-hal baru yang menarik. 

Saat itulah hormon dopamin akan keluar dan emosi negatif akan hilang. Otak akan mengingat hal ini. Emosi negatif → buka sosial media → emosi positif. Emosi menjadi jalan pintas bagi seseorang mendapatkan semuanya dengan instan. 

Secara logika mungkin kita atau remaja salah dengan kecanduan itu, namun tetap saja melakukan karena mereka tidak menemukan cara menghilangkan kebiasaan buruk membuka sosial media yang sudah menjadi adiktif. Jadi jika seorang remaja hendak menghilangkan kecanduannya membuka sosial media, carilah kegiatan lain yang positif, dan enak untuk menggantikan kebiasaan membuka sosial media seperti sebelumnya.

 

Sumber: PojokSosmed.com